Senin, 08 Juli 2019

Alergi Obat

Pengertian Alergi Obat
Alergi obat merupakan reaksi alergi dari sistem kekebalan tubuh kepada sebuahobat tertentu. Sistem kekebalan tubuh salah mengidentifikasi sebuahobat sebagai zat yang membahayakan tubuh. Obat kimia maupun obat herbal bisa menyebabkan reaksi alergi.

Alergi Obat

Gejala Alergi Obat
Gejala alergi obat umumnya terjadi berbagai jam seusai memakai obat tersebut. Tetapi, gejala bisa juga timbul bertahap, tak langsung timbul saat pertama kali memakai obat. Pada sebagian permasalahan, gejala baru timbul seusai kemarin hari alias seusai berbagai minggu memakai obat. Gejala yang umum dialami pengidap antara lain:

  • Ruam kemerahan alias bentol pada kulit.
  • Gatal.
  • Demam.
  • Bengkak.
  • Sesak napas alias napas berbunyi.
  • Hidung beringus.
  • Batuk.
  • Mata gatal dan berair.

Selain gejala yang disebutkan di atas, reaksi alergi berat alias anafilaksis bisa disertai dengan:

  • Jantung berdetak dengan cepat.
  • Saluran pernapasan dan tenggorokan menyempit, jadi susah bernapas.
  • Gelisah dan cemas.
  • Pusing.
  • Hilang kesadaran alias pingsan.
  • Tekanan darah turun drastis.


Pada kondisi yang sangat serius dan mengancam nyawa, gejala alergi obat bisa disertai dengan:

  • Kulit berwarna kemerahan dan nyeri.
  • Kulit tahap luar mengelupas.
  • Kulit terkesan melepuh.
  • Demam.
  • Ruam alias lenting menyebar ke mata, mulut, dan area kelamin.
  • Apabila ditemukan gejala alergi berat alias sangat serius, pengidap wajib segera dilarikan ke rumah sakit.



Penyebab Alergi Obat
Alergi obat dikarenakan sistem kekebalan tubuh salah mengidentifikasi sebuahobat sebagai zat yang membahayakan tubuh. Dampaknya, tubuh bakal membikin antibodi dan menyebabkan alergi obat. Berbagai obat yang bisa menjadi penyebab alergi merupakan:

  • Antibiotik (contohnya Penisilin).
  • Anti-radang (antiinflamasi) nonsteroid.
  • Aspirin.
  • Krim alias losion kortikosteroid.
  • Anti-kejang (antikonvulsan).
  • Obat-obatan penyakit autoimun.
  • Obat-obatan herbal.
  • Insulin.
  • Vaksin.
  • Obat-obatan hipertiroidisme.
  • Obat-obatan kemoterapi.
  • Obat-obatan infeksi HIV dan AIDS.
  • Produk bee pollen.
  • Bahan kontras yang dipakai pada tes pencitraan (radiocontrast media).
  • Opiat untuk menanggulangi rasa sakit.
  • Obat bius (anestesia).


Faktor Risiko Alergi Obat
Tidak semua orang selesaiiko mengalami alergi obat. Berbagai hal resikonya merupakan:

  • Peningkatan paparan kepada sebuahobat, umpama sebab pemakaian berulang, dalam waktu yang panjang, alias dengan dosis yang tinggi.
  • Keturunan. Apabila tersedia anak buah keluarga yang alergi kepada sebuahobat, seseorang bakal lebih selesaiiko mengalami alergi obat.
  • Mempunyai alergi tipe lain, umpama alergi makanan.
  • Mempunyai alergi kepada obat-obatan yang lain, umpama seseorang yang alergi kepada Penisilin juga bakal alergi dengan Amoxicillin.
  • Mengidap penyakit tertentu, semacam HIV alias infeksi virus Epstein-Barr.


Diagnosis Alergi Obat
Diagnosis diperbuat melewati berbagai langkah sebagai berikut.

  • Riwayat perjalanan alergi obat, riwayat alergi lainnya, dan riwayat alergi pada keluarga.
  • Pemeriksaan fisik yang berkaitan dengan gejala alergi, meliputi ruam kemerahan, lenting, dan mengecek kondisi saluran napas dan jantung pengidap.
  • Pemeriksaan laboratorium meliputi tes kulit (skin test) dan tes darah.


Pengobatan Alergi Obat
Pengobatan diperbuat untuk mengurangi gejala yang dialami pengidap, meliputi:

  • Berhenti memakai obat yang menyebabkan reaksi alergi.
  • Pemberian obat antihistamin untuk menghambat sistem kekebalan tubuh teraktivasi selagi reaksi alergi.
  • Pemberian obat kortikosteroid untuk menanggulangi peradangan dampak reaksi alergi yang serius.
  • Suntikan adrenalin bagi pengidap dengan gejala yang berat alias anafilaksis.


Pencegahan Alergi Obat
Pencegahan alergi obat merupakan dengan menghindari pemakaian obat yang menyebabkan alergi. Berbagai upaya yang bisa diperbuat merupakan dengan memkabarhu dokter alias petugas kesehatan tentang riwayat alergi obat sebelum menjalani penanganan medis apapun alias dengan memakai gelang alias kalung penanda alergi apabila memungkinkan.